4 Kesalahan Konsep Membangun Startup

 

Startup merupakan salah satu bidang industri yang semakin populer beberapa tahun terakhir. Walaupun begitu, masih banyak orang yang berfikir bahwa terjun ke dalam dunia startup adalah hal yang sulit dan cukup menantang. Sehingga mereka akhirnya mengubur mimpi mereka untuk merintis startup dengan ide cermerlang yang dimiliki agar menjadikan dunia menjadi tempat yang lebih baik. Berikut adalah beberapa kesalahan konsep yang sering muncul di benak masyarakat sekaligus fakta mengenai startup yang sebenarnya :

1. Startup bukan Real Bisnis

Banyak orang yang belum open minded mengatakan bahwa startup bukan merupakan real bisnis yang bisa dijalani sembarang orang. Apabila dalam bisnis konvensional yang dijual adalah produk dan jasa secara nyata. Sedangkan startup menjual produk MVP (Minimum Viable Product), artinya produk tersebut tetap dapat digunakan  namun, dengan fungsi yang minimum. Startup anda akan berkembang pesat mengikuti kebutuhan penggunanya sesuai dengan solusi tepat guna.

2. Startup butuh Investor ?

Apabila kiblat startup anda adalah company besar seperti Tokopedia dan Go-jek, maka anda memang butuh investor. Tapi tidak semua startup membutuhkan investor, anda bisa menggunakan dana dari kantong pribadi. Terlebih anda tidak harus bekerja 2x lebih keras untuk memenuhi Return of investmen (RoI) sesuai dengan waktu yang ditentukan.

3. Founder = Bos

Sebenarnya, founder adalah orang yang memiliki gaji utama paling kecil. Sebab, tanggungjawabnya sangat besar untuk mendistribusikan dana yang masuk melalui income atau investor agar segala lini kebutuhan startup dapat terpenuhi. Founder tetap seorang leader yang wajib membimbing teamnya maju bersama.

4. Startup Perlu Full Business Plan

Jangan terlalu lama melengkapi setiap detail kecil dalam aktivitas perusahaan, hanya yang penting-penting saja karena kondisi pasar bisa berubah secepat kilat. Fokuslah untuk menghadirkan produk ke pasar lalu segera analisis respon target market pasarmu untuk dapat mengembangkan produk dan menyusun strategi pemasaran yang lebih baik.