Karakter Brand Yang Humanis

 

Banyak para penjual seperti pedagang kaki lima atau pedagang di pasar hanya melakukan fungsinya sebagai penjual. Mereka tidak menyapa, mereka tidak menjelaskan produknya dengan detil, karena kebanyakan dari pedagang tersebut merasa para pembeli yang memerlukan mereka. Melakukan transaksi jual – beli pada era ini tidak bisa dilakukan dengan cara tersebut. Penting bagi calon konsumen untuk mengerti apa yang hendak dibeli. Apapun produk anda, ciptakan sebuah karakter. Robert Blanchard, mantan P&G Executive mengatakan bahwa “Also, like a person, a brand has a name, a personality, character, and a reputation. You can respect, like, and even love a brand.” Sebuah brand yang hidup mempunyai “brand soul”. Anda bisa menciptakan jiwa dari produk anda melalui banyak hal. Mulai dari iklan audio – visual, atau tagline yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Selain konsumen yang merasa bahwa ia akan membeli produk anda untuk memenuhi kebutuhannya, jiwa dalam sebuah brand juga dapat memicu kepercayaan, harapan, dan kenyamanan secara psikologis saat menggunakan produk anda. Sama seperti orang, bagaimana bisa anda akan nyaman saat sedang hang out bersama dengan orang yang tidak anda kenal. Tagline dalam iklan juga akan mempengaruhi produk anda, sama seperti ketika anda akan dikenalkan oleh teman anda dengan seseorang. Jika orang yang akan dikenalkan dengan anda memiliki karakter yang kuat, teman anda akan sangat mudah mengutarakan karakter orang tersebut seperti tagline. Dan ketika anda bertemu dengan sesorang tersebut anda sudah memiliki harapan tertentu pada sikap orang tersebut, sama seperti saat konsumen mulai menggunakan produk anda. Hidupkan brand anda sehumanis mungkin, jika tidak ingin membuat brand anda di cap sebagai ‘Zombie Brand’.