Membeli Followers Social Media Adalah Ide Buruk

 

Ketika sebuah bisnis mulai berkembang dan mulai menggunakan social media seperti Twitter, Facebook, Instagram dan Youtube sebagai media promosi untuk memperkenalkan bisnisnya secara online, kebanyakan dari mereka akan fokus pada jumlah followers atau fans di social media tersebut. Inilah alasan kenapa banyak orang membeli followers social media yang banyak ditawarkan dengan harga murah, yaitu 10K – 200K. Mereka menganggap hal tersebut adalah sebuah ide yang sangat bagus, padahal tidak sama sekali.

Semakin banyak jumlah followers dan fans di media sosial bisnis anda tentunya akan membuat kegiatan sosial media marketing yang kita lakukan semakin efektif. Dengan catatan : followers atau fans media sosial tersebut harus REAL user atau manusia bukan akun yang dibuat dengan bantuan software atau scripts. Anda pasti tidak menginginkan followers yang berjumlah sangat banyak tapi tidak ada interaksi sama sekali ketika kita memposting sesuatu di dalam timeline, yang pemilik brand butuhkan adalah REAL followers atau REAL fans yang tertarik untuk berinteraksi dengan produk dan bisnis kita.

Seringkali kita temukan penyedia jasa penambah followers twitter, fans facebook, folowers instagram dan penambah views video YouTube. Memang penyedia jasa itu memberikan jumlah followers hingga puluan ribu followers. Namun, saat kita perhatikan, ternyata lebih dari 90% followers tersebut adalah ROBOT atau akun PALSU yang tidak pernah aktif dalam menggunakan sosial media. Followers banyak dengan akun palsu tidak akan menambah daya jual produk yang anda posting di media sosial, karena publik pengguna media sosial juga menilai kualitas produk yang dijual online melalui banyaknya like dan komentar yang diberikan oleh para konsumennya. Apabila tidak ada aktivitas dari REAL akun sebagai REAL konsumen namun jumlah follower ribuan, malah akan menimbulkan komentar negatif mengenai produk yang anda jual dari calon konsumen.