Mempromosikan Merek Melalui Sebuah Cerita

 

Dengan seiring berkembangnya waktu, bentuk strategi promosi kini mulai berkembang. Bentuk strategi promosi yang biasa saja lebih cenderung dihindari oleh konsumen, mereka tidak antusias bahkan tidak memperdulikan. Namun bagaimana jadinya jika strategi promosi yang monoton tersebut diubah menjadi sebuah cerita? Storytelling kini mulai banyak dipergunakan oleh beberapa merek untuk membangun merek mereka. Bercerita merupakan bagian dari strategi promosi yang juga harus memiliki perencanaan yang rapi. Beberapa merek sukses membangun citra mereka melalui sebuah storytelling, sebut saja es krim Paddle Pop denga cerita petualangannya, Aston Martin dengan kisah James Bond, dan yang baru saja menuai sukses adalah merek Line dengan cerita Ada Apa Dengan Cinta 2.

Konsumen kini menggunakan emosi dalam mengkonsumsi sebuah merek. Emosi ini dapat dibangun dengan menggunakan cerita, membuat sebuah merek menjadi lekat dipikiran konsumen. Melalui cerita tersebut brand association dapat dibangun. Dalam storytelling juga ada proses membangun karakter dan scenario. Hal ini diperlukan untuk menghidupkan merek serta mendekatkan merek dengan kehidupan yang diangkat di cerita. Dari dibangunnya cerita tersebut, dapat dilakukan pengukuran tentang seberapa besar dampak cerita terhadap kinerja sebuah merek. Storytelling haruslah menciptakan happy ending bagi cerita itu sendiri dan bagi mereknya.