Penikmat Music Meningkat Pada Music Streaming

 

Music menjadi pilihan masyarakat dunia termasuk Indonesia sebagai hiburan praktis di sela produktivitas. Pembajakan yang marak terjadi terbantu dengan adanya Internet. Music yang dulu dinikmati dalam bentuk, kaset, hingga Compact Disk, dan akhirnya format digital yang kini ada di internet membantu pendengar untuk mengakses music dengan lebih mudah dengan Music Streaming. Hal ini juga membantu produser music untuk mendapatkan keuntungan lebih. Kemudahan ini sekaligus meningkatkan pendengar music sendiri. Berdasarkan laporan tahunan “Digital Music Report” yang dikeluarkan International Federation of the Phonographic Industry’s (IFPI) pada Maret 2014, bertumbuhnya selera penggemar musik untuk layanan berlangganan dan jasa streaming membantu mendorong peningkatan pendapatan di sebagian besar pasar musik utama pada tahun 2013, dengan pendapatan digital secara keseluruhan tumbuh 4,3 persen. Berbagai layanan music streaming laris manis di kunjungi netizen, seperty spotify yang marak di luar negeri, melon, dan yang terakhir Joox yang sukses meraih banyak peminat bahkan penghargaan tahun 2016.

McKinsey memperoleh data, sekitar 50% pendapatan music streaming di tahun 2015 berasal dari konsumen berusia dibawah 35 tahun. JOOX juga melaporkan lebih dari 80% pengguna Musik Streaming di ASEAN berusia di bawah 35 tahun. Data di atas membuktikan, bahwa semakin produktif usia seseorang, orang tersebut akan semakin membutuhkan bentuk hiburan yang simple dan mudah di akses.