Pentingnya Riset Dalam Desain

 

Desain yang baik selalu didasari oleh beberapa riset. Riset akan membuat seorang desainer memiliki wawasan yang luas tentang rancangan yang dikerjakan seperti tentang budaya, emosional hingga teknis. Berikut ini adalah beberapa jenis riset yang biasa digunakan oleh desainer sebelum melakukan proses perancangan :

1. Traditional Market Research

Traditional Market Research adalah riset yang dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai target audiens. Beberapa metode yang biasa digunakan dalam riset ini yaitu demografi riset, focus group, dan psikografis.

2. Ethnographic Research

Ethnographic Research adalah jenis riset yang berakar pada antropologi. Riset ini mengamati hubungan antara budaya dan perilaku manusia, dilihat dari perspektif kelompok atau pun individu. Penelitian  ini menggambarkan karakteristik seseorang melalui perilaku dan tindakan. Beberapa metode yang digunakan antara lain observasi, visual antropologi dan foto etnologi.

3. User Experience

User Experience adalah riset yang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu produk atau jasa, apakah produk atau jasa tersebut sudah memenuhi kebutuhan target audiens atau belum? Riset ini memungkinkan para peneliti melihat perilaku target audiens secara langsung. Beberapa metode yang digunakan meliputi; observasiaonal riset, web analytics, dan persona.

4. Classic Design Research

Classic Design Research adalah riset yang dilakukan untuk mendapatkan informasi yang dikumpulkan langsung oleh desainer. Metode tersebut meliputi review klien atau pesaing produk dan jasa, serta metode uji coba prototype.

5. Blended Research

Blended Research yaitu riset gabungan yang terdiri dari riset subjektif dan objektif, kuantitatif dan kualitatif, lapangan dan studio. Dari beberapa riset tersebut kemudian akan dianalisis dan ditarik kesimpulan.

Dengan melakukan beberapa riset tersebut, akan membantu seorang desainer untuk memperoleh insight dari desain yang akan dibuat. Sehingga desain untuk produk atau jasa tersebut tepat sasaran.