Strategi Pemasaran Brand Activation

 

Setiap brand memiliki tujuan untuk mencapai kesadaran brand, di mana brand dapat diketahui oleh masyarakat luas. Dalam mewujudkan kesadaran merek yang banyak cara yang dilakukan, seperti pemilik merek beriklan baik di atas garis atau melenguh baris. Selain itu, cara lain dalam membangun brand awereness adalah melalui brand activation. Sementara itu, brand activation sendiri didefinisikan sebagai suatu bentuk kegiatan promosi merek lebih dekat ke merek dengan penggunanya melalui berbagai kegiatan yang menarik perhatian konsumen. Dengan kata lain, aktivasi merek adalah interaksi antara merek dengan konsumen atau calon konsumen melalui berbagai kegiatan, baik online dan offline.

Menurut Lauren Durant, Director Isilumko Activate – perusahaan marketing, branding, desain, dan konsep kreatif – brand activation dapat menjadi solusi agar brand memiliki diferensiasi dari kompetitornya di tengah pasar yang semakin sesak. Selain sebagai wadah untuk menciptakan komunikasi dua arah antara brand dan konsumen, brand activation juga berfungsi untuk membangun ketertarikan konsumen, misalnya saja lewat product experience dengan cara memberikan kesempatan bagi konsumen untuk mencoba produk atau jasa secara personal. Experience biasanya diciptakan melalui edukasi sehingga konsumen mau mengapresiasi brand. Dalam meenciptakan experience itu, brand tentunya juga harus mampu membangun hubungan emosional dengan mereka. Semakin kuat hubungan emosional, maka interaksi pun akan lebih berkualitas, misalnya saja konsumen akan lebih sering lagi membeli produk.

Berbeda dengan kesuksesan traditional marketing yang dapat diukur dari jumlah impresi target audiens, brand activation dapat dikatakan sukses jika mampu menciptakan engagement dengan konsumen, engagement yang membuat konsumen merasakan value brand, ketimbang hanya menjadi target brand. Beberapa elemen strategis yang wajib diingat brand dalam membuat suatu brand activation, yaitu: target komunikasi, tentukan sebelumnya berapa banyak engagement/komunikasi dengan audiens yang harus diciptakan; distribusi materi/hadiah, tentukan berapa banyak produk yang akan dikeluarkan selama kampanye; target penjualan; aktivitas call-to-action; target konversi; dan seberapa besar aktivasi ini mempengaruhi persepsi atau behaviour konsumen.

Intinya, apapun aktivasi merek yang diselenggarakan, agar mencapai sasaran, program brand activation harus berangkat dari ide dan insight yang dalam. Untuk itu, setiap brand harus punya tim riset masing-masing untuk mendalami insight, tidak hanya di urban, tapi sampai ke rural. Sehingga dalam merumuskan konsep brand activation, tidak hanya mengutamakan seberapa besar impact brand activation ke brand, tapi seberapa besar brand activation berdampak bagi konsumen sehingga mereka menjadi loyal terhadap brand.